Sabtu, 19 Mei 2012

Pemaknaan Proses Belajar dalam Film Dangerous Minds


Cerita ini berawal dari Mrs. Johnson Louanne yang diterima sebagai guru di kelas akademik/khusus di Parkmont High School. Sebelum mengajar di Parkmount High School, Mrs. Johnson berprofesi sebagai pasukan marinir. Awalnya Mrs. Johnson tidak menerima tawaran mengajar tersebut, namun ketika ditawari gaji sebesar 24.700 dolar per tahun, Mrs. Johnson langsung menerimanya dengan senang hati. Mrs. Johnson senang karena langsung diterima di sekolah tersebut, lalu ia bertemu dengan temannya Griffith dan bercerita bahwa ia diterima sebagi guru tetap di Parkmount High School dengan mengajar di kelas akademik atau kelas khusus. Griffith terkejut mendengar berita itu, dan memberitahukan jika kelas yang akan Mrs. Johnson ajar adalah kelas yang isinya adalah anak-anak nakal. Namun, Mrs. Johnson tidak menghiraukan itu dan tetap pada pendiriannya untuk mengajar kelas akademik.
Hari pertama Mrs. Johnson mengajar, ia mendapat sambutan yang sangat tidak mengenakkan dari para muridnya. Ketika Mrs. Johnson berusaha meminta perhatian dengan menanyakan guru yang sebelumnya mengajar di kelas itu, Mrs. Johnson tetap saja tidak dihiraukan oleh muridnya dan bahkan Mrs. Johnson dilecehan oleh salah satu muridnya yaitu Emilio Ramirez. Emilio ramirez adalah salah satu murid yang paling berpengaruh di kelas tersebut. Setelah mendapat pelecehan dari Emilio, Mrs. Johnson langsung meninggalkan kelas dengan muka yang penuh kekecewaan dan menemui Griffith untuk memceritakan kekecewaannya akan muridnya tersebut dan memutuskan untuk berhenti dari sekolah tersebut. Namun Griffith memberi semangat kepada Mrs. Johnson untuk tidak meninggalkan sekolah tersebut, dan menyarankan Luoanne dalam pengajarannya untuk menarik perhatian muridnya.
Pada malam harinya Mrs. Johnson membaca buku-buku miliknya. Setelah semalaman membaca buku tentang mengajar dan mendapat masukan dari temannya untuk menarik perhatian murid-muridnya terlebih dahulu, Mrs. Johnson memutuskan untuk mengajari karate pada awal pertemuannya, dan memperkenalkan diri sebagai mantan marinir. Ketika dua orang muridnya Raul dan Durrel merespon ajarannya dan melakukan dengan baik, Mrs. Johnson memberikan nilai A untuk semua murid, dan harus di pertahankan sampai akhir tahun agar bisa lulus dari SMA.
Perhatian yang telah diperoleh oleh mrs. Johnson digunakan untuk mengajarkan jenis kata, konjugasi kata, makna kata dan makna kalimat. Topik yang dipilihpun berdekatan dengan apa yang sehari-hari harus dihadapi oleh murid-murid dengan lingkungan yang kental dengan kekerasan. seperti memilih, kematian, mengendalikan hidup dan memilih dalam menghadapi hidup dan kematian. Dalam kelas ini mrs. Johnson menemukan tiga murid yang memiliki kecerdasan yang lebih yaitu Callie, Raul dan Durrel. Akan tetapi keberhasilan mrs. Johnson mendapat teguran keras dari kepala sekolah karena mengajarkan karate pada murid dan mengajar tidak sesuai dengan kurikulum.
Mrs. Johnson meneruskan usahanya mengajarkan tentang kata dan penggunaannya dengan memberikan coklat dan makanan kecil bagi mereka yang dapat menjawab atau menjelaskan dengan benar. Motivasi yang semakin terbentuk kemudian diperkuat dengan tantangan untuk memahami puisi. Bila mereka mampu membaca puisi, maka mereka dapat membaca apa saja. Mrs. Johnson memberi tugas untuk membaca dan memahami satu puisi dengan janji, bila mereka berhasil mereka semua akan di bawa ke arena bermain, dengan roller coaster dan permainan lainnya. Mereka tidak harus membayar sepeserpun karena didanai oleh Dewan Pendidikan (padahal semua dana berasal dari uangnya pribadi). Sekali lagi, Mrs. Johnson mendapat tantangan dari Emilio yang menganggap semuanya omong kosong, tantangan untuk menundukkan murid paling berpengaruh di kelasnya.
Setelah memenuhi janjinya mengajak anak-anak tersebut ke taman bermain, dan kembali mendapat teguran keras karenanya, Mrs. Johnson mengadakan Dylan-Dylan Contest, dengan hadiah makan malam dengannya di sebuah restoran mahal terkemuka. Kontes tersebut merupakan kontes mencari persamaan satu puisi karya Bob Dylan tentang kematian, dengan satu puisi Dylan Thomas. Kontes tersebut dimenangkan oleh Raul, Durrel dan Callie, namun semuanya mendapat hadiah untuk usaha yang telah dilakukan. Sayangnya, hanya Raul yang bisa pergi makan malam, karena kedua murid yang lain harus bekerja pada malam hari.
Kesokan harinya, saat memberikan materi baru, muridnya menanyakan hadiah apa jika mampu menyelesaikan puisi ini. Ternyata dari kejadian-kejadian sebelumnya telah membuat muridnya menjadi ketagihan dengan hadiah yang diberikan Mrs. Johnson setiap mempelajari puisi yang baru. Namun, Mrs. Johnson mampu meyakinkan kepada muridnya bahwa belajar itu sendiri merupakan hadiah bagi mereka. Pikiran yang kuat harus dilatih terus, tiap kenyataan baru memberi pilihan yang lain, tiap pemikiran baru membentuk otot pikir yang baru, dan kita butuh otot-otot tersebut sebagai senjata dalam hidup kita.
Masalah demi masalah muncul seperti keluarnya dua saudara kembar Durrel dan Lionel karena mrs. Johnson dianggap ibu mereka meracuni otak mereka dengan puisi-puisi tidak berguna, keputusan Callie untuk pindah sekolah ke Clearview karena hamil dan yang paling berat adalah terbunuhnya Emilio karena tidak mendapat perlindungan dari sekolah. Hal itu membuat hati mrs. Johnson  terpukul sehingga memutuskan untuk mengundurkan diri dari mengajar pada akhir semester pertama. Akan tetapi murid-muridnya tidak setuju dengan keputusan mrs. Johnson, mereka meyakinkan mrs. Johnson untuk tidak meyerah dalam menghadapi kehidupan seperti yang diajarkan dalam puisi-puisi  mrs. Jodnson. Mrs. Johnson pun terketuk pintu hatinya, kemudian berniat utntuk mengungkan diri untuk berhenti dan kembali melanjutkan pengajrannya di Parkmount High School
Makna dalam setiap pembelajarannya melalui berbagai pendekatan:
a.       Pendekatan behavioristik
Dalam pendekatan ini diterapkan bahwa anak-anak membutuhkan peran orangtua dalam pembelajaran, mereka suka meniru dan menyukai berbagai bentuk penghargaan seperti hadiah ataupun pujian.
Dalam film ini dapat kita lihat penerapan pendekatan behavioristik dalam pengajarannya yaitu dengan cara:
1.      Tingkah laku yang selalu diulang oleh Mrs. Johnson supaya tercipta asosiasi yang
kuat antar keduanya. Contoh tingkah laku yang berulang adalah dengan memberikan  kasih sayang kepada anak-anak didiknya dengan selalu mencoba membantu  masalah yang dihadapi oleh anak didiknya.
2.       Terjadi penguatan positif yang diberikan Louanne Johnson kepada anak-anak
didiknya,
3.      Mrs. Johnson melakukan kontribusi dalam pembelajarannya. salah satunya, menyediakan pembimbingan. Mrs. Johnson membimbing anak-anak didiknya jika melakukan kesalahan.
b.      Pendekatan humanistik
Tujuan utama pendekatan ini adalah untuk memanusiakan manusia(peserta didik). Tujuan utama pendidik adalah membantu anak didiknya untuk bias mengembangkan dirinya sendiri.
Pertama kali Mrs. Johnson gagal menjalin komunikasi dengan muridnya, karena datang sebagai “orang asing”. Namun, kemudian Mrs. Johnson berhasil menjadi bagian dari komunitas kelas tersebut, dan bersama-sama melaksanakan proses belajar-mengajar yang sesuai dan diterima oleh murid-muridnya. Loanne Jonhson dalam hal ini mencoba untuk memaknai arti pendidikan dan kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak didiknya melalui pelajarannya. Sebagai  pendidik Louanne tidak hanya memberikan pelajaran saja, melainkan melalui pelajarannya itu diberikannya nilai-nilai kehidupan disetiap materi-materinya. Selain itu, Mrs. Johnson selalu peduli dengan anak-anak didiknya disaat mereka mendapat masalah, sehingga hasilnya pun berhasil membuat anak-anak didiknya yang tadinya nakal, urakan, dan berandalan  menjadi anak-anak yang baik dan saling mengerti satu sama lain.
c.       Pendekatan belajar kognitif
Dalam teori ini, proses pembelajaran akan berjalan dengan baik bila materi pelajaran baru yang diajarkan dapat beradaptasi secara tepat dan serasi dengan daya kognitif yang telah dikuasai oleh murid. Yang diterapkan Mrs Johnson dalam teori ini adalah memberikan materi sesuai dengan keadaan dan kondisi murid yang hidup dalam kekerasan, kemiskinan, kehidupan dan juga kematian. Sehingga murid mampu  mencerna dengan baik pelajaran yang diberikan.
d.      Pendekatan kontruktivistik
Dalam pendekatan ini lebih ditakankan pada pemahaman siswa serta siswa mampu memecahkan persoalan dalam konteks pemaknaan yang dimiliki siswa. Dalam film ini dapat kita lihat bahwa mrs. Johnson lebih mengutamakan pemahaman murid-muridnya dengan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih menarik siswa dan juga lebih banyak menularkan pengalaman serta ilmu pengetahuan sebagai modal untuk masa depan yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar