Sabtu, 19 Mei 2012

Tes Manajemen Pendidikan


1.      Perbedaan kepemimpinan dan menajemen menurut saya adalah kepemimpinan merupakan suatu peran dimana dia tidak hanya sekedar memerintah akan tetapi juga mampu memberikan solusi serta rasa nyaman dalam sebuah organisasi. Seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari kepandaiannya dalam mengelola suatu masalah tetapi juga memberikan motivasi-motivasi kepada yang ia pimpin sedangkan manajer menurut saya hanyalah suatu peran dimana ia harus mampu memantau bawahannya untuk menyelesaikan tugas dengan baik serta tidak mampu memberikan kebijakan kepada bawahannya karena seorang manajer hanya menjalankan kebijakan yang telah diberikan oleh dirkturnya (pemimpinnya) sehingga dapat dikatakan bahwa seorang pemimpin dapat menjadi seorang manajer pula sedangkan seorang manajer belum tentu dapat menjadi seorang pemimpin. Akan tetapi antara kepemimpinan serta manajer sama-sama dibutuhkan oleh suatu organisasi untuk membangun suatu organisasi yang mampu berkembang dalam menjalankan segala tujuan yang telah dicita-citakan dari awal oleh organisasi ataupun perusahaan.

2.      Dalam system organisasi terkenal dengan system bentuk tall dan flat. System tall merupakan struktur organisasi dimana adanya mata rantai yang panjang antara komando dan komunikasi sehingga mengakibatkan pengambilan keputusan yang lambat karena pengambilan keputusan dilakukan dijenjang atau tingkatan yang lebih tinggi. Contohnya adalah manajemen perhotelan di indonesia yang sangat ribet sehigga apabila terjadi keluhan yang dilakukan oleh konsumen, tindak lanjut yang dilakukan oleh menajemen hotel lama karena menunggu kebijakan dari pihak atasan. Sedangkan system flat merupakan struktur organisasi yang mata rantai yang dilakukan pendek dalam komando ataupun komunikasi sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat karena pengambilan keputusan dapat dilakuakan pada level jenjang atau tingkatan yang rendah.  contohnya adalah manajemen perhotelan di jepang yang mana setiap ada keluhan yang terjadi dari konsumen maka langsung segera ditindak lanjuti secara langsung tanpa menunggu kebijakan atasan karena pengambilan keputusan dapat diambil pada level bawah.


3.      Konsep desentralisasi dan sentralisasi saat ini tidak hanya terdapat dalam system politik saja akan tetapi hal ini sudah masuk dalam system pendidikan pula dimana konsep desentralisasi dalam pendidikan adalah otoritas pengambilan keputusan yang berhubungan dengan segala keperluan pendidikan berada pada pusat. Sedangkan konsep sentralisasi dalam pendidikan adalah otoritas pengambilan keputusan dalam hal kebijakan pendidikan disesuaikan dengan tugas dan fungsi sehingga level bawahpun dapat berpasrtisipasi dalam pengambilan keputusan. Kemudian rasionalitas kenapa pendidikan bergerak kearah desentralisasi karena skala pendidikan saat ini meningkat dan lebih kompleks sehingga obyek yang dilayanipun lebih heterogen. Selain itu akan lebih mudah pemantauannya apabila dilakukan oleh pelaku manajemen pendidikan yang menanganinya secara langsung sehigga keperluan yang dibutuhkan benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh sekolah.

4.      Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan terjemahan dari istilah School-Based Management (SBM) sebagai suatu model pengelolaan sekolah secara desentralisasi di tingkat sekolah. MBS merupakan sistem pengelolaan sekolah yang menjadikan lembaga sekolah sebagai institusi yang memiliki otonomi luas dengan segala tanggungjawabnya untuk mengembangkan dan melaksanakan visi, misi, dan tujuan-tujuan yang disepakati. Sekolah memiliki kewenangan luas untuk menetapkan berbagai kebijakan teknis operasional sekolah dengan berbagai implikasinya sesuai dengan kebutuhan aktual siswa atau masyarakat. Dalam MBS, sekolah memiliki kewenangan luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumberdaya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. School based management yang dilakukan oleh masing-masing sekolah untuk memperbaiki mutu pendidikan tanpa campur tangan dari pusat baik itu dalam hal materi, SDM serta kurikulumunya dimana pusat hanya malakukan pemantauan dan control supaya satuan pendidikan tetap berjalan sesuai dengan jalurnya. Pendidikan di Indonesia mengaplikasikan school based manajement karena dengan luasnya wilayah Indonesia yang menjadikan kurang efektifnya system pendidikan yang sentralisasi sehingga menajdikan manajemen berbasis sekolah sebagai salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan dari masing-masing sekolah karena dengan hal ini sekolah mampu memperhitungkan apa saja segala kebutuhan yang harus dipenuhi oleh sekolah tersebut untuk meningkatkan mutu dari pendidikan . Prinsip dari school based management adalah  prinsip ekuifinalitas yang berasumsi bahwa terdapat berbagai macam cara berbeda untuk mencapai tujuan manajemen berbasisi sekolah, prinsip desentralisasi dimana eisiansi dalam pemecahan masalah bukan menghindari masalah, desentralisasi pendidikan memberikan peluang kepada sekolah untuk mengelola sumber daya sekolah menurut strategi-strategi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan, prinsip kewenangan mandiri yang memberikan wewenang kepada sekolah untuk mengelola secara mandiri dengan kebijakan yang telah ditetapkan secara kolaboratif, prinsip inisiatif manusia dimana mengakui ahwa manusia bukan sumber daya yang statis melainkan dinamis sehingga potensi sumberdaya manusia harus selalu digali, ditemukan dan dikembangkan. Sedangkan menurut Depdiknas prinsip manajemen berbasis sekolah adalah keterbukaan, kebersamaan, berkelanjutan, menyeluruh, pertanggungjawaban, demokratis, mandiri, berorientasi pada mutu, pencapaian standar minimal serta pendidikan untuk semua.

5.      Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah adalah teknik kegiatan mutu sekolah yang dilaksanakan dan dirancang oleh sekolah itu sendiri. Dalam perancangannya sekolah mempertimbangakan kelebihan serta kekurangan yang dimiliki oleh sekolah itu sehingga apa yang dirancang tidak menjadi suatu hambatan bagi majunya sekolah tersebut. Kegiatan mutu yang dirancang oleh sekolah dilihat dari kondisi masyarakat sekitar sekolah yang mendukung berkembangnya sekolah tersebut serta kondisi dari dalam sekolah itu sendiri. Tahapan dalam pelaksanaan MPMBS adalah melalui sosialisasi, mengidentifikasi tantangan nyata sekolah sertamerumuskan visi dan misi.


6.      Partisipasi orangtua merupakan keikutsertaan orangtua atau wali siswa dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah gun meningkatkan mutu sekolah. Bentuk-bentuk partisipasi dalam School Based Management yang dilakukan oleh orangtua ada lima  yaitu partisipasi financial, partisipasi sukarela, partisipasi pemikiran, parsipasi pengambilan keputusan dan partisipasi sosial . Dari beberapa jenis partisipasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan oleh sekolah, sehingga partisipasi masyarakat dan orang tua murid terwujud secara optimal. Dalam hal ini sekolah harus mampu menggali semua jenis partisipasi dari masyarakat dan orang tua murid yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing demi kelancaran program sekolah. Dalam partisipasi ini terdapat orangtua yang aktif berpartisipasi dalam meningkatkan mutu sekolah akan tetapi adapula yang pasif dalam berpartisipasi hal ini dapat disebabkan karena basic dari masing-masing orangtua siswa yang berbeda-beda.

7.      Sekolah yang menggunakan menajemen berbasisis sekolah menurut saya tidak pasti sekolah tersebut akan mengalami kemajuan yang luar biasa karena belum tentu sekolah yang menggunakan manajemen berbasis sekolah memiliki fasilitas yang memadai dalam menjalankan apa yang telah mereka canangkan dalam manajemen yang mereka lakuakan. Selain itu terkadang ada sekolah yang memang kurang mampu menyesuaikan diri dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya berasal dari seklah itu sendiri. Dan yang paling utama adalah system manajemen berbasis sekolah yang dicanangkan oleh pemerintah tidak diimbangi dengan pemahaman-pemahaman kepada masing-masing kepala sekolah serta gutu. Sehingga hal ini menyebabkan kegiatan apa yang dilaksanakan oleh sekolah kurang memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan sekolah tersebut.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar